Selasa, 28 Oktober 2014

Heboh Terjadi Ledakan Misterius di Bawah Lantai Rumah Warga Jambi

Atia warga RT 05 kelurahan Rawasari Kota Baru Kota Jambi, sejak beberapa hari terakhir mengaku resah. Pasalnya dari dalam rumahnya timbul suara ledakan yang cukup keras. Bahkan ledakan itu menyebabkan bagian bangunan rumahnya retak. "Saya dan keluarga tidak tahu persis penyebab suara ledakan tersebut, yang jelas asal ledakan berasal dari bawah tanah di dalam rumahnya," aku Atia.
Pada saat meledak, kata Tia sapaan akrabnya, keramik lantai rumahnya sempat naik turun mengembung beberapa kali, padahal lantai rumahnya dicor tebal . Tidak hanya ledakan saja, namun bau yang ditimbulkan cukup menyengat dan menyasakkan pernafasan.
Ditambahkan dia lagi, kejadian serupa sudah pernah terjadi pada dua tahun silam. Pada saat itu dia dan suami nyaris menjadi korban karena ledakan yang disertai bau menyengat dan menyakkan itu terjadi di dalam kamar. Beruntung ia cepat keluar kamar dan menghirup udara segar. Bahkan pagar di belakang rumahnya runtuh, namun kini sudah diperbaiki. Sedangkan di bagian dapur sudah lima kali di renovasi akibat rusak yang disebabkan ledakan tersebut.
Atia berhadap pemerintah segera melakukan penelitian terkait ledakan yang terjadi. Dikawatirkan jika didiamkan saja akan memakan korban. Apalagi jika ledakan berasal dari gas bumi, bisa saja terbakar dan melukai sejumlah warga sekitar.
"Saya kuatir warga sekitar juga jadi korban, jika tidak dideteksi dari sekarang sumber ledakan, dan ini tugas pemerintah," keluhnya lagi.
Karena merasa resah dan terancam, keluarga Atia yang mengaku trauma ini lebih memilih mengungsi ke rumah sebelahnya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.
Sementara itu, Ketua RT 05, Sudadi Rusman mengaku belum menerima laporan terkait kejadi itu. Namun menurut Sudadi, Atia sempat menghubunginya saat kejadian berlangsung. Namun karena dirinya sedang rapat, maka tidak bisa diterimanya.
"Memang dia (Atia) ada menelepon, namun saya sedang bersama KPA provinsi. Membahas masalah AIDS, jadi belum mendengar dengan detail masalahnya," kata Pak Dadi, panggilannya.
Namun Pak Dadi berkata telah menghubungi pihak pemerintah yang mengaku akan datang bersama pertamina meninjau lokasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar