Senin, 27 Mei 2013

Toyota Prius Jadi Mobil Paling Populer di Jejaring Sosial


Produk dengan brand yang mumpuni akan banyak di bicarakan masyarakat global, tidak hanya di dunia nyata dalam jejaring sosial dan internet juga demikian. Hal ini dibuktikan Toyota Prius menjadi nama mobil hybrid yang paling banyak dibicarakan di ranah online.
Berdasarkan penelitian terbaru perusahaan social analytic GenSet Insight mulai dari Januari – April, media value Toyota Prius mencapai $ 14.5 juta.
Perusahaan yang berbasis di New York ini meneliti value dari exposure media online terhadap 10 brand mobil hybrid dan listrik yang berbeda. Pembicaraan terhadap brand-brand itu diteliti lewat banyak situs termasuk Facebook, YouTube, Google dan lainnya. “GenSet memonitor pembicaraan yang menyebut nama brand secara spesifik,” kata Don Damore, President of GenSet Insights, dirilis Toyota Indonesia Senin (27/05).
Toyota Prius 
Toyota Prius
Hasil Total perolehan Prius mengakumulasikan hampir 86.000 mention di Twitter, tiga kali lipat total mention 9 brand lainnya. Salah satu yang mendongkrak mention Prius adalah saat Jeremy Clarkson –host Top Gear BBC- menyebut Prius dalam Twitternya Maret lain yang menghasilkan 8,371 mention. kemudian Honda Fit diposisi kedua dengan media value bernilai $4.5 juta, disusul Chevrolet Volt $3.1 juta, Tesla $3 juta dan Honda Insight $2.9 juta.

Ibu: Briptu Rani mengaku dipegang-pegang Kapolres



Download gambar ini

 Ibunda Briptu Rani, Raya Situmeang membeberkan alasan putrinya kabur dari tugas tiga bulan terakhir di Polres Mojokerto. Bercerita dengan sesekali matanya tampak berkaca-kaca, Raya Situmeang mengungkapkan perlakuan buruk atasan putrinya selama bertugas.

Menurut Raya, Briptu Rani sering diminta menemani karaoke rekan Kapolres. Kekesalan gadis 25 tahun itu memuncak tepatnya tiga bulan. Rani yang geram dengan ulah atasannya memutuskan untuk tidak kembali ke kesatuannya itu.

"Benar Rani saat itu kabur ke Bandung, karena memang sudah kesal," jelasnya.

Ulah nakal oknum Kapolres Mojokerto tak cuma sampai di situ. Rani yang merupakan ajudannya pernah diperlakukan tidak senonoh. Kata Raya, Saat mengukur baju dinas, Kapolres tiba-tiba ingin mengukur dan menempelkan tangan ke badannya.

"Di situ dia juga sempat memegang bagian tubuh Rani," jelasnya. Dia menyayangkan sikap atasan Rani dalam memperlakukan bawahan. Padahal Rani bercita-cita untuk mengabdikan diri pada korps kepolisian.

"Sekarang kondisinya berbeda anak saya dilakukan seenaknya sama atasannya," tandasnya.

Polda Jatim memberikan tanggapan tentang berbagai informasi penyebab kaburnya Briptu Rani. "Kami melakukan penyelidikan terkait adanya laporan tersebut. Termasuk ungkapan adanya pelecehan seksual, penggelapan uang dan sebagainya. Kami masih dilakukan pencarian keterangan serta bukti-bukti masalah tersebut," tandas Kasubdit Penmas Bid Humas Polda Jawa Timur, AKBP Suhartoyo.

Polda Jawa Timur menurunkan tim khusus untuk melakukan penyelidikan. "Tim dari Propam Polda Jatim sudah kita turunkan ke Mojokerto untuk melakukan pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan). Tim khusus Polda Jatim itu sudah diberangkatkan ke sana sejak pagi tadi (Rabu, 22/5)," ungkap AKBP Suhartoyo.

Dijelaskan Suhartoyo, di Mojokerto, tim Propam Polda Jawa Timur itu melakukan sejumlah pengumpulan data dan informasi. "Termasuk menggali informasi dari internal Polres Mojokerto, maupun dari pihak-pihak lain yang terlibat."

Perwira dengan dua melati di pundak ini juga mengatakan, diturunkannya tim khusus oleh Polda Jawa Timur ini, karena ada laporan dari pihak Propam Mabes Polri, terkait Briptu Rani.

Rabu, 22 Mei 2013

Ibunda Darin Mumtazah: Anak Saya Tak Pernah Dinikahi Luthfi Hasan


Darin Mumtazah, pelajar SMK kelas XII sudah 2 kali tak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus dugaan suap impor sapi dan pencucian uang. Mufidah, ibunda Darin membantah kabar anaknya pernah dinikahi oleh mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq, tersangka kasus itu.

"Nggak pernah. Itu bohong!" kata Mufidah dalam perbincangan dengan Liputan6.com di Jakarta, Kamis (23/5/2013).

Mufidah membantah keras kabar yang menyebut anaknya pernah dinikahi oleh Luthfi Hasan. Apalagi, kabar yang semakin santer itu menyebut putrinya dinikahi secara siri oleh tersangka kasus dugaan suap impor sapi dan pencucian uang.

"Anak saya itu masih sekolah. Itu tidak benar, sama sekali tidak benar," kata wanita yang biasa disapa Umi ini.

Pagi tadi, kerabat Mufidah, Sakli bin Kuddah, membenarkan Darin pernah dinikahi Luthfi Hasan. Bahkan, kata Sakli, Mufidah pernah dijanjikan rumah mewah oleh Luthfi Hasan.

"Pak Luthfi pernah janji mau membelikan rumah seharga Rp 3 miliar setelah nikah dengan anaknya Mufidah," kata Sakli saat mendatangi kediaman Darin di Perumahan Bhinneka. (Ism/*)